Rangginang
atau Rengginang adalah
sejenis kerupuk
tebal yang terbuat dari nasi
atau beras ketan
yang dikeringkan dengan cara dijemur di bawah panas matahari lalu digoreng
panas dalam minyak goreng dalam jumlah yang banyak. Agak berbeda dari jenis
kerupuk lain yang umumnya terbuat dari adonan bahan yang dihaluskan seperti tepung tapioka
atau tumbukan biji melinjo, rengginang tidak dihancurkan sehingga bentuk butiran
nasi atau ketannya masih tampak. Seringkali rengginang dibuat dari nasi sisa
yang tak termakan, lalu dijemur dan dikeringkan untuk kemudian digoreng dan
dijadikan rengginang.
Di Jawa
Tengah juga dikenal penganan yang sama yang disebut intip, yakni kerak
nasi sisa menanak yang melekat pada dandang yang kemudian dikeringkan dan
digoreng. Perbedaan antara intip dan rengginang hanyalah ukurannya. Intip
berukuran lebih besar daripada rengginang karena dicetak dari dandang atau
periuk penanak nasi.
Rengginang
dapat digoreng tanpa diberi bumbu maupun rasa, asin atau manis. Ada jenis
rengginang yang diberi rasa dengan udang, terasi, atau kerang
lorjuk (kerang bambu). (http://id.wikipedia.org/wiki/Rengginang)
Produk dari Mitra Kami yaitu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Ibu Rahmat ini terletak di Jl. Berengkel Kampung Sukasari Desa Sukasari RT 02 / 01 Kecamatan Pagaden - Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Usaha yang telah berdiri kurang lebih 2 tahun ini, dijalankan oleh anggota keluarga dalam sekala kecil, namun demikian. Pemasarannya sudah cukup jauh, namun masih dipasarkan secara konvensional, yaitu dengan cara MLM (Mulut ke Mulut). Biasanya pesanan diperoleh dari tetangga, teman, atau kenalan dari saudaranya sendiri. Walaupun kelihatannya bisa dipasarkan cukup jauh, namun belum maksimal.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar